Kucoba untuk mencari bayangmu.
Namun asaku kian hilang tersapu ombak menderu.
Kemana gerangan dirimu, wahai rindu?
Mengapa kau menghilang bagai angin lalu?
(Adjie)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment