Bayang senyummu kian mengganggu dan mengotori otakku,
bagai tumor yang kian menyebar ke seluruh aliran cinta,
dan tak ada yang sanggup mencegahnya
(Ozzan)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment