Jiwaku terbelah antara mimpi yang kau tawarkan dan terang alam nyata.
Tak tahu mana harus ku pilih.
Ingin kuraih mimpimu, namun tak kuasa ku melarikan diri.
(Adjie)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment