Dosaku kian mengkarat padat,
akankah terkikis hanya dengan desak tangis
atau menjerit ditengah api yang melilit?
Maafkan aku yang hanya bisa berucap..
"Maafkan aku wahai tuhanku"
(Ozzan)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment