Ku coba tegak berdiri memandang pelangi itu,
berlari mengejarnya walau ia terus menjauh.
Namun ketika kulihat senyum rona warnanya,
kurasakan hangat peluknya.
(Ozzan)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment