Kenapa begitu terburu
ketika kau ketuk pintu kamarku yang rapuh.
Sampai-sampai kau tak sempat ucapkan, "Assalamualaikum kekasihku...!"
Kaukah rindu.
(Amie)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment