Jejak di jalan setapak itu buktinya.
Bahwa pernah ada masa yang penuh dengan tawa.
Mungkinkah kata-kata indah kembali seperti adanya?
Bagai air sejuk yang menghibur jiwa?
(Adjie)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment