Bahkan malam,
yang biasanya menyala seperti lampu minyak.
Kini nafasnya kian pendek.
Terayun bersama-sama helai daun jendela.
Ooohh..
Tuan...
au suruh lagi aku berhadapan dengan matahari.
(Amie)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment