Skenario hujan merekonstruksi lamunan tahunan.
Satu per satu terbaca
seperti ketika bibir ini meremas bibirmu
hingga berkelenjar air mata.
Yth.
Sutradara..
Kepada siapakah peran itu?
"Cut...!"
(Amie)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment