Sedih tak terkira saat ucapkan tidak pada sekuntum bunga.
Wangi dan rona menggoda indera tuk terus memimpikannya.
Kau adalah bunga itu yang pada hari-hari nanti
hanya ingin kusimpan saja.
(Beny)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment