24.9.04

Bulan Sabit

kutulis sajak ini teruntuk bulan yang paling sabit
ketika cangkir-cangkir malas mewadahi lagi kopi pahit
dan kebosanan sudah muak temaniku tunggumu bangkit
untukmu kupersembahkan sunyi sebagai tumbal
kubantai dia tiga kali dengan ha ha ha dibait lalu
demi peta dimana purnama termangu

sumpahku ini disaksikan semburat sinar merah gemintang
yang sembunyikan catatan sejarah berjuta tahun cahaya
aku mencintai purnama jelita
sebagai balas lembutkan matahari dimalam pada hitungan jari
aku berdiri bukan sebagai punguk dipepatah
aku adalah armstrong pada catatan sejarah
disini simpul lassoku siap menjemputnya dekatiku
sampai saat newton menghukumku dengan gravitasi

terakhir untukmu bulan yang paling sabit
satu buku bahasa galaksi untukku
supaya aku bisa bercakap dengan bumi
saat pasang menjelang
dan bersembunyi dari tarikannya dilain waktu

kini akan selalu kugantungkan harapku
pada sabit runcingmu
pada malam-malam dimana aku rindui gulita ceria
pada insomia dititik nadirnya
ketika mimpi-mimpi layu sebagai bunga
ketika pagi begitu pilu
ketika pembangkanganku sempurna sebagai pemuja sepi


setitik salam perkenalan
5:37 27/12/2003
(Alfa)

No comments: