Dirimu bagaikan bunga mawar
yang tak bisa kupetik dan kureguk harumnya.
Sang duri milikmu,
siap melukaiku yang ingin meminangmu
(Ozzan)
Disini kutitipkan kata-kata. Tuk ditanam di tanah aksara.
Agar menjadi perekah jiwa, yang mulai lunglai terkapar lara.
No comments:
Post a Comment